Laporan Akhir 2



 

1. Jurnal[kembali]

Percobaan 2 Encoder Decoder 

(a) Encoder

(b) Decoder


 2. Alat dan Bahan [kembali]

ALAT

Gambar 1.1 DL2203C Module D'Lorenzo
Gambar 1.2 DL2203S Module D'Lorenzo

a. Panel DL 2203C 
b. Panel DL 2203S
c. Jumper
Gambar 1.3 Jumper

d. Laptop
e. Software Proteus ver 8.17 


BAHAN 

1. Gerbang NOT
      
Gerbang NOT sering juga disebut sebagai rangkaian inventer (pembalik). Tugas rangkaian NOT (pembalik) ialah memberikan suatu keluaran yang tidak sama dengan masukan.






   2. Gerbang AND

jika keluaran akan bernilai 1 jika semua nilai input adalah 1, dan jika salah satu atau lebih input ada yang bernilai nol maka output akan bernilai nol.




   3.Gerbang NAND

gerbang AND yang keluarannya disambungkan ke inverter. jika keluaran akan bernilai nol jika semua nilai input adalah 1, dan jika salah satu atau lebih input ada yang bernilai nol maka output akan bernilai 1.



   4.Gerbang OR

jika salah satu atau lebih input bernilai 1 maka output akan bernilai 1 . Nilai output bernilai 0 hanya pada jika nilai semua input bernilai 0.



   5. Gerbang NOR

gerbang OR yang disambung ke inverter.jika salah satu atau lebih input bernilai 1 maka output akan bernilai 0 . Nilai output bernilai 1 hanya pada jika nilai semua input bernilai 0.



    6. Gerbang XOR

jika penjumlahan dari input logika 1 nya  bernilai genap (0,2,4.dst) maka outputnya akan berlogika 0. Sedangkan jika penjumlahan inputan logika 1 nya bernilai ganjil(1,3,5,dst) maka outputnya berlogika 1.



    7.Gerbang XNOR

jika penjumlahan dari input logika 1 nya  bernilai genap (0,2,4.dst) maka outputnya akan berlogika 1. Sedangkan jika penjumlahan inputan logika 1 nya bernilai ganjil(1,3,5,dst) maka outputnya berlogika 0.



    8.Logic State 

Logic State dapat dijadikan sebagai input 



    9.DC Clock


   
  10. Logic Probe

Logic Probe dijadikan sebagai hasil keluaran atau output




 3. Rangkaian Simulasi [kembali]

A.    Encoder

1.     1. Buatlah sebuah rangkain 10-4 encoder input dan output aktif low menggunankan IC 74147 seperti pada gambar


Gambar 1.17 Rangkaian percobaan 2

2. Set Switch D0-D9 sesuai dengan jurnal dan catat hasil pada tabel percobaan

B.    Decoder

1. Buatlah sebuah rangkaian decoder 4-10 aktif HIGH menggunakan IC 402

Gambar 1.18 Rangkaian percobaan 2

2. Set switch A,B,C, dan D sesuai dengan jurnal dan catat hasil output pada tabel hasil percobaan


 4. Prinsip Kerja Rangkaian [kembali]

a. Encoder
Encoder 74LS147 bekerja dengan cara mengubah sinyal dari 10 input (D0–D9) yang aktif low menjadi kode biner 4-bit pada output (Y0–Y3) yang juga aktif low. Jika hanya satu input ditekan (logika 0), maka keluaran akan menunjukkan kode biner sesuai dengan nomor input tersebut. Namun, jika lebih dari satu input ditekan secara bersamaan, maka IC akan memberikan prioritas pada input dengan nomor terbesar, sehingga hanya kode biner dari input dengan prioritas tertinggi yang muncul di keluaran. Dengan demikian, encoder ini menyederhanakan banyak input menjadi representasi biner yang ringkas dan teratur.

b. Decoder
Rangkaian dengan IC 4028 ini bekerja sebagai BCD to Decimal Decoder aktif high, artinya hanya satu output Y0–Y9 yang akan bernilai logika 1 (high) sesuai dengan kombinasi input biner A, B, C, dan D. Jika input biner berada pada rentang 0000 sampai 1001 (0–9 desimal), maka output yang sesuai akan aktif high sementara output lainnya tetap low. Misalnya, bila input adalah 0101 (5 desimal), maka Y5 akan bernilai high sedangkan Y0–Y4 dan Y6–Y9 bernilai low. Namun, jika input lebih besar dari 1001 (10–15 desimal), maka keluaran tidak valid karena IC 4028 hanya dirancang untuk decoding angka BCD 0–9.


 5. Video Rangkaian [kembali]


Encoder



Decoder



 6. Analisa [kembali]

Percobaan 2
1. Analisa kondisi output ketika hanya satu input aktif pada encoder. Bagaimana jika lebih dari satu input ditekan bersamaan?

Jawaban :
Pada rangkaian encoder menggunakan IC 74LS147 ini, setiap input D0 sampai D9 bersifat aktif low, sehingga ketika hanya satu input ditekan (diberi logika 0), keluaran Y0 sampai Y3 akan menghasilkan kode biner sesuai dengan nomor input yang ditekan, namun dalam bentuk logika terbalik (active low). Sebagai contoh, jika hanya D3 yang ditekan, maka output akan menunjukkan kode biner untuk angka 3. Apabila lebih dari satu input ditekan secara bersamaan, IC encoder tidak akan menampilkan semua input, melainkan hanya memilih input dengan prioritas tertinggi. Pada 74LS147, prioritas diberikan kepada input dengan nomor paling besar, sehingga jika misalnya D2 dan D7 ditekan secara bersamaan, keluaran yang muncul adalah kode untuk D7, karena D7 memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan D2. Dengan demikian, fungsi encoder ini adalah menyederhanakan banyak input menjadi kode biner keluaran dengan sistem prioritas.

2. ⁠Analisa setiap pengaruh input terhadap output decoder IC 4028 pada percobaan 2b, apa yg terjadi jika input melebihi biner 9(1001)

Jawaban :
Pada percobaan 2b ini digunakan IC 4028, yaitu BCD to Decimal Decoder, yang berfungsi mengubah kode biner 4-bit (A, B, C, D) menjadi output desimal satu-satunya yang aktif. Jika input biner berada pada rentang 0000 sampai 1001 (0–9 desimal), maka hanya satu output (Y0–Y9) yang akan aktif (logika rendah), sesuai dengan nilai biner yang diberikan pada input. Misalnya, input 0101 (5) akan mengaktifkan Y5. Namun, jika input melebihi 1001 (angka desimal 9), maka kondisi output Y0–Y9 menjadi tidak valid atau tidak terdefinisi, karena IC 4028 hanya dirancang untuk decoding angka BCD 0–9. Akibatnya, bisa saja tidak ada output yang aktif atau beberapa output aktif secara bersamaan


 7. Link Download [kembali]



Komentar

Postingan Populer